Zaman Es: Pengertian dan Fakta-faktanya

Table of Contents
Pengertian Zaman Es atau periode glasial
Zaman Es (Periode Glasial)

Pengertian Zaman Es

Zaman es (periode glasial) adalah waktu suhu bumi menurun dalam jangka waktu yang lama, menyebabkan peningkatan dalam keluasan es di kawasan kutub dan gletser gunung. Penyebab terjadinya zaman es salah satunya adalah akibat terjadinya proses pendinginan aerosol yang sering menimpa planet bumi.

Selama zaman glasial, permukaan laut turun rata-rata 100 m karena air menguap dan disimpan di gletser serta lapisan es yang tumbuh. Sejumlah peristiwa pembekuan pun terjadi sejak masa 2,58 juta tahun yang lalu hingga saat ini. Peristiwa-peristiwa pembekuan ini dipisahkan oleh periode-periode interglasial.

Fakta Mengenai Zaman Es

Berikut beberapa fakta mengenai zaman es di antaranya,
1. Salah satu penyebab terjadinya zaman es yakni terjadinya proses pendinginan aerosol yang sering dialami oleh planet Bumi.
2. Saat zaman es terjadi, Bumi mengalami penurunan suhu secara bertahap sehingga terjadi perluasan lapisan es di hampir seluruh permukaan Bumi.
3. Terdapat dua fase waktu yang terjadi secara bergantian selama zaman es berlangsung, yakni fase glasial dan fase interglasial. Fase glasial merupakan fase saat planet Bumi berada pada kondisi sangat dingin, sedangkan fase interglasial yakni fase ketika suhu Bumi menjadi hangat.
4. Menurut para ahli zaman es merupakan suatu fase yang alami, bahkan selama sejarah planet Bumi telah mengalami 5 kali zaman es. Masing-masing kelima zaman es terjadi selama beberapa ratus juta tahun.
5. Saat ini manusia di Bumi sedang berada pada zaman es sebab secara teknis masih terdapat lapisan  es abadi yang terdapat di Kutub Utara dan Kutub Selatan. Lebih spesifik lagi Bumi berada di fase interglasial sehingga suhu Bumi terbilang hangat bagi manusia.
6. Ketika fase glasial akhir lapisan es dari Kutub Selatan atau Antartika menyebar dari Kanada hingga Skandinavia. Sedangkan lapisan es di Arktik atau Kutub Utara menyebar ke Australia, selatan negara Chili dan Afrika Selatan.
7. Air laut mengalami penurunan hingga 120 meter lebih rendah dari posisinya saat ini. Hal ini disebabkan karena air dan udara membeku di bagian utara dan selatan Bumi.
8. Indonesia pernah menjadi benua besar di bagian barat dan timur ketika zaman es terjadi. Saat itu selat Malaka, laut Natuna, laut Jawa, laut Arafura adalah sebuah daratan, sedangkan pulau Sumatera, Malaysia, pulau Jawa, dan pulau Kalimantan menjadi satu di bagian barat, dan untuk bagian timur terdapat pergabungan Papua dan Australia.
9. Benua Sundaland merupakan sebutan untuk wilayah Indonesia barat dan benua Sahul untuk wilayah Indonesia timur ketika zaman es berlangsung.
10. Ketika zaman es, daratan Negara Rusia bersatu dengan daratan Amerika menjadi benua Beringia, dan benua Doggerland untuk gabungan daratan Inggris dengan benua Eropa.
11. Menurut jurnal Nature, para peneliti menggunakan permodelan untuk mengetahui suhu rata-rata zaman es. Berdasarkan penelitian suhu global rata-rata sekitar 19.000 sampai dengan 23.000 tahun lalu yakni 6 derajat celcius, lebih dingin jika dibandingkan dengan suhu global di abad ke-20 (14 derajat celcius).
12. Secara umum pendinginan selama zaman es, berlangsung tidak merata di seluruh wilayah di Bumi. Suhu paling rendah terjadi kawasan kutub dan semakin meningkat di daerah garis khatulistiwa.
13. Es-es yang ada di zaman es fase glasial sangat berpengaruh dalam membuat samudera Arktik dan laut Nordik menjadi suatu perairan tawar. Kedua perairan tersebut tertutup oleh es hingga 900 meter dan secara cepat pada fase akhir glasial berubah menjadi asin akibat samudera Atlantik.
14. Lapisan es yang menutupi samudera Arktik bertahan hingga 150.000 sampai dengan 130.000 tahun lalu. Kemudian terjadi lagi pada 70.000 hingga 60.000 tahun lalu. Akibatnya banyak air tawar menumpuk di bagian bawah es dan membuat samudera Arktik memiliki air yang segar selama ribuan tahun.
15. Zaman es berakhir yang mencapai puncaknya pada 18.000 tahun lalu, melahirkan spesies baru yakni Homo sapiens atau manusia yang menjadi makhluk darat paling dominan di Bumi.
16. Homo sapiens hidup sebagai suku pemburu-pengumpul, membuat pakaian hangat dari bulu binatang, membangun tempat perlindungan dari tulang mammoth, bahkan mengumpulkan persediaan makanan dengan cara menguburnya pada permafrost atau lemari es alam.
17. Hewan yang hidup di zaman es beradaptasi dengan mempunyai bulu tebal agar dapat bertahan hidup di suhu yang sangat dingin.
18. Hewan-hewan megafauna seperti mammoth, harimau gigi pedang, beruang raksasa, dan mastodon mengalami kepunahan saat periode zaman es akhir.
19. Pemanasan global seperti sekarang ini menyebabkan fase interglasial berlangsung lebih lama. Menurut para ahli fase interglasial dapat berakhir sekitar 30 ribu tahun lagi.
20. Terdapat Minor atau Little Ice Age di antara zaman es besar. Tercatat minor Ice Age terakhir kali terjadi pada abad ke-12 dan ke-14 dengan yang terburuk pada tahun 1500 sampai dengan 1850, mengakibatkan belahan Bumi bagian utara menjadi sangat dingin, lautan membeku, negara-negara pegunungan mendapat serangan gletser, dan selama beberapa tahun tidak ada musim panas. Hingga kini para ilmuwan masih mencari penyebab minor ice age tersebut.
 

Dari berbagai sumber

Download

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan” _ Imam As-Syafi’i

Post a Comment